Semangat Warga Bandar Lampung Deklarasikan Antikorupsi

24 September 2022

Ratusan warga Bandar Lampung mendeklarasikan antikorupsi untuk menegakkan nilai-nilai integritas. Semangat antikorupsi ini ditunjukkan pada kegiatan Roadshow Bus KPK yang tengah berada di Kota Bandar Lampung.

Deklarasi antikorupsi dilakukan warga pada acara car free day di Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, pada Sabtu, 24 September 2022. Deklarasi dipimpin oleh Epi Handayani, spesialis sosialisasi dan kampanye antikorupsi KPK.

Turut menyemarakkan acara adalah Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana yang mengajak masyarakat untuk menentang korupsi. Walikota Eva juga menyumbangkan suaranya dengan menyanyikan dua lagu dangdut.

Tembang yang dibawakan Walikota Eva sontak membuat warga berjoget gembira. "Semuanya siap menyosialisasikan antikorupsi??" kata Eva, disambut teriakan "siaapp!" dari warganya.

Walikota Eva berharap Bandar Lampung dapat menjadi percontohan praktik baik dalam menerapkan antikorupsi. Eva sendiri sangat mendukung pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah Bandar Lampung, ditandai dengan Peraturan Walikota No 21 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi pada Satuan Pendidikan.

Pada car free day di Taman UMKM, Bus KPK menjadi latar belakang foto favorit warga Bandar Lampung. Seperti yang sebelumnya disampaikan Wawan Wardiana, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, pada peluncuran Roadshow Bus KPK di Bandar Lampung, bus tersebut memang diperuntukkan menjadi ikon dan representasi KPK di tengah masyarakat.

Kegiatan pada Sabtu berlangsung sangat meriah dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Selain deklarasi antikorupsi, mereka melakukan senam kesegaran jasmani dan mengikuti kuis antikorupsi berhadiah menarik.

Epi Handayani mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk sosialisasi antikorupsi dengan cara yang menyenangkan. Tidak melulu melalui pemberian materi-materi yang serius, antikorupsi juga dapat diajarkan dengan seru.

"Melalui acara ini, KPK ingin mendekatkan diri dan hadir langsung di tengah masyarakat. Selain itu, KPK ingin menanamkan sembilan nilai-nilai integritas kepada masyarakat. Harapannya, semoga nilai-nilai tersebut bisa diimplementasikan di keseharian mereka," kata Epi.

Melalui edukasi antikorupsi, masyarakat Bandar Lampung memahami bahaya dan dampak dari korupsi terhadap kehidupan mereka. "Korupsi harus diberantas, gara-gara korupsi, yang rugi orang banyak," kata Ritawati, pengunjung Bus KPK di Bandar Lampung.

Salah satu sasaran utama pendidikan antikorupsi adalah anak-anak. Karena itulah pada Roadshow Bus KPK banyak diisi kegiatan untuk anak-anak usia TK sampai SMP.

Di antaranya adalah berbagai kuis berhadiah merchandise KPK, acara musik anak-anak, hingga pembacaan kisah lucu dan dongeng sarat nilai integritas. "Kami mendapatkan banyak ilmu, agar menjadi anak jujur dan mandiri. Biar gede nanti enggak jadi koruptor!" kata Wanda Cahaya, siswa SMP 29 Bandar Lampung