Roadshow Bus KPK Bandar Lampung Rampung, Antusiasme Masyarakat Luar Biasa

26 September 2022

Gelaran Roadshow Bus KPK 2022 telah rampung di Bandar Lampung pada Minggu, 25 September 2021, meninggalkan jejak penanaman nilai-nilai antikorupsi di masyarakat. Antusiasme masyarakat luar biasa selama Bus KPK parkir di Bandar Lampung selama tiga hari, ditandai dengan hadirnya ratusan orang di berbagai kegiatan.

Tiga hari Roadshow Bus KPK di Bandar Lampung telah menjadi sebuah pesta rakyat, perayaan atas peperangan melawan korupsi. Deklarasi antikorupsi lantang dikumandangkan masyarakat Bandar Lampung yang dipimpin oleh KPK. Pemerintah Provinsi Bandar Lampung juga turun langsung, berkolaborasi dan menunjukkan komitmen antikorupsi.

"Ucapan terima kasih yang mendalam kami sampaikan. Saya baru kali ini melihat sebuah kolaborasi yang apik serta sinergi antara KPK dengan pemerintah kota Bandar Lampung," ujar Guntur Kusmeiyano Kepala Sekretariat Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, pada penutupan Roadshow Bus KPK.

Halaman parkir Transmart di Jl. Sultan Agung, Bandar Lampung, telah menjadi lokasi utama pelaksanaan Roadshow Bus KPK sejak Jumat lalu (23/9). Di tempat ini, masyarakat berdatangan untuk merasakan pengalaman belajar antikorupsi di dalam bus KPK. Selain itu, banyak keseruan di booth KPK seperti permainan online atau kuis dengan hadiah-hadiah yang menarik.

Bus KPK juga beberapa kali sandar di kegiatan car free day, yaitu di Taman UMKM pada Sabtu (24/9) dan di bundaran Tugu Adipura pada Minggu pagi (25/9). Di lokasi ini, ratusan orang dari berbagai kalangan dan usia hadir dan bersama KPK bercengkerama sembari mendeklarasikan antikorupsi.

Pada malam Minggu, masyarakat dihibur oleh penampilan band Hijau Daun di panggung utama Roadshow Bus KPK. Berbagai kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan KPK di tengah masyarakat.

"Kami berharap Bus KPK menjadi ikon dari KPK sekaligus representasi penyebaran pendidikan antikorupsi kepada masyarakat," kata Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, dalam pembukaan Roadshow pada Jumat lalu.

Namun Roadshow Bus KPK tidak melulu soal hura-hura, melainkan juga membawa misi pendidikan. Selain memberikan pelajaran antikorupsi dengan cara yang asyik di booth dan bus, KPK di saat yang sama juga menggelar banyak kegiatan sosialisasi untuk berbagai kalangan di Bandar Lampung.

Dalam sepekan terakhir, KPK telah menggelar pengenalan LHKPN dan nilai antikorupsi untuk mahasiswa di Universitas Bandar Lampung, penguatan wawasan pendidikan antikorupsi untuk guru-guru se-Bandar Lampung, hingga mengajak para pengusaha Bandar Lampung untuk ikut memberantas korupsi. KPK juga mengundang para influencer untuk berdiskusi sekaligus mendorong menyuarakan nilai-nilai integritas melalui media sosial.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengaku gembira dengan kebersamaan antara masyarakat dan KPK ini. "Masyarakat telah diberi suguhan dan bimbingan untuk meningkatkan kapasitar antikorupsi untuk berbagai kalangan, KPK telah hadir langsung ke tengah-tengah kita," kata Eva.

Eva juga menegaskan bahwa kota Bandar Lampung akan terus melaksanakan amanah KPK dalam menyosialisasikan antikorupsi kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yang akan menjadi pemimpin masa depan.

"Mohon doanya, mudah-mudahan kota Bandar Lampung bisa terus menjalani sosialiasi kepada para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan guru-guru, dari tingkat PAUD. Kami akan menyosialiasikan kepada anak-anak bahwa 'Jujur itu Hebat'," kata Eva.

Bandar Lampung merupakan salah satu kota yang terdepan dalam melaksanakan pendidikan antikorupsi (PAK). Bandar Lampung telah mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi pada Satuan Pendidikan Kota Bandar Lampung.

Dengan Peraturan tersebut, PAK diajarkan sebagai muatan lokal di SD dan SMP. Bahkan Bandar Lampung menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki buku-buku pelajaran antikorupsi yang dicetak dan digunakan di sekolah-sekoalh.

"Kami menganggap pendidikan antikorupsi sangat penting. Karena itu kami langsung tanggap dan sigap untuk melakukan pembelaran antikorupsi kepada anak," kata Eka Afriana, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, menjelaskan soal buku PAK di kotanya.

Eka mengatakan, setiap tiga bulan sekali mereka juga melakukan monitoring dan evaluasi dari PAK di sekolah. Tujuannya untuk melihat dampak dari PAK yang dipelajari oleh anak-anak.

"Sekarang ini mencari orang pintar banyak, tapi mencari orang jujur susah. Mudah-mudahan dengan PAK, di masa depan mencari orang pintar banyak, mencari orang jujur pun banyak," ujar Eka.

Guntur dalam penutupan Roadshow Bus KPK berharap kehadiran KPK di Bandar Lampung dapat memberikan pemahaman bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas. Dengan pendidikan antikorupsi, kata Guntur, ruang-ruang antikorupsi di Bandar Lampung bisa tertutup.

"Kami ucapkan terima kasih yang terhingga serta apresiasi kepada seluruh masyarakat Bandar Lampung," kata dia.

Dengan berakhirnya Roadshow Bus KPK di Bandar Lampung, kota berikutnya yang akan disambangi adalah Kalianda di Lampung Selatan. Sudah lima kota yang didatangi sejauh ini, yaitu Bandar Lampung, Palembang, Prabumulih, Ogan Komering Ilir, dan Metro Lampung. Setelah dari Kalianda, Bus KPK akan menuju kota-kota di Pulau Jawa, dimulai dari Provinsi Banten.