Mahasiswa UNIS Tangerang Belajar Antikorupsi di KPK

28 September 2022

Pada Rabu (21/09) ruang konferensi pers Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi riuh rendah tatkala rombongan mahasiswa Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang memadati kursi ruangan tersebut. Rombongan yang terdiri dari 94 mahasiswa Fakultas Hukum, didampingi oleh enam perwakilan dosen, hadir ke KPK dalam rangka audiensi dan belajar antikorupsi di KPK.

Direktorat Jejaring Pendidikan (Jardik) KPK bertugas menerima dan memfasilitasi kegiatan tersebut. Dikemas dengan seminar, peserta mendapatkan materi mengenai nilai-nilai integritas, dasar hukum pemberantasan korupsi dan kelembagaan KPK yang mencakup 3 strategi dalam mencegah dan melawan korupsi yaitu “Trisula Pemberantasan Korupsi”.

Dalam kegiatan tersebut peserta nampak antusias terbukti dengan adanya diskusi dua arah. Di akhir adanya lomba “pantun” semakin menambah menarik kegiatan tersebut. Seorang perwakilan mahasiswa mengaku mendapat banyak informasi mengenai antikorupsi pada kegiatan audiensi kali ini.

“Dengan adanya audiensi ini, saya memperoleh informasi tentang mekanisme kerja KPK dalam mencegah korupsi serta bagaimana penanganannya, kemudian informasi mengenai jenis-jenis korupsi itu apa saja,” kata Sudana Fikri salah satu mahasiswa (UNIS).

Sudana menilai kegiatan audiensi semacam ini sangat bagus untuk terus dilaksanakan. Dengan bekal informasi yang didapat, Sudana berkomitmen akan mengimplementasikan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupannya sehari-hari.

“Dengan ilmu yang didapat dari acara hari ini, yang saya lakukan ke depan adalah menolak segala jenis korupsi. Bahkan ketika ada mahasiswa yang berniat melakukan perbuatan korupsi kecil seperti tipsen (titip absen), akan saya hindari serta tolak, kemudian diberikan nasihat agar tidak melakukan hal tersebut,” kata Sudana

Mengenai kegiatan audiensi ke Gedung KPK, Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum UNIS Beggy Tamara menjelaskan bahwa tujuan adanya kegiatan tersebut agar mahasiswa mendapat informasi yang lengkap mengenai nilai-nilai antikorupsi.

”Ini merupakan program tahunan, tujuannya agar mahasiswa mempelajari pelajaran yang ada di dalam kelas dan juga mempelajari kondisi yang ada di lapangan,” kata Beggy

Lebih lanjut Beggy menjelaskan bahwa kegiatan audiensi ini sangat penting bagi mahasiswa agar terbentuknya karakter antikorupsi.

“Karena mahasiswa ini masih dalam pembentukan suatu jati diri atau karakter, di kelas mereka sudah banyak memahami teori mengenai korupsi, tapi bagaimana dengan pembentukan karakternya? Nah dengan adanya audiensi ini diharapkan terbentuknya karakter antikorupsi bahwa mereka dapat menghindari perilaku korupsi,” kata Beggy

Dari internal KPK sendiri, Bariroh Barid, Spesialis Jejaring Pendidikan KPK, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari program pendidikan antikorupsi di jenjang perguruan tinggi.

“Ada beberapa macam bentuk program di lingkup pendidikan, salah satunya adalah menerima audiensi dari perguruan tinggi. Harapannya dengan adanya kegiatan ini teman-teman mahasiswa jadi lebih paham, dari mereka paham lalu mulai mempraktikkan, kemudian ketika sudah mempraktikkan berharap dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari mereka, untuk mencegah dan melawan korupsi,” tutup Bariroh. (AWP/ARM)