KPK Ajak Influencer Bandar Lampung Gali Kreativitas Kampanyekan Antikorupsi

29 September 2022

Influencer, sesuai namanya, memiliki kemampuan untuk memengaruhi para follower-nya di media sosial. Alangkah baiknya jika kapasitas tersebut digunakan menyuarakan hal-hal positif, salah satunya mengampanyekan antikorupsi.

Hal ini disampaikan oleh Pangeran Tungkir Silalahi, Spesialis Manajemen Informasi Muda KPK, sebagai perwakilan KPK dalam pertemuan dengan para influencer Bandar Lampung pekan lalu. Pada pertemuan tersebut, pria yang akrab disapa Papang itu mendorong influencer untuk turut serta dalam menyukseskan program sosialisasi dan kampanye antikorupsi kepada masyarakat.

"KPK menginginkan kawan-kawan sebagai influencer bersama dengan seluruh elemen masyarakat mengampanyekan antikorupsi dengan cara masing-masing," kata Papang di hadapan sekitar 16 influencer Bandar Lampung.

Dalam kesempatan itu, Papang juga memperkenalkan situs ACLC KPK yang memuat berbagai pembelajaran antikorupsi. Para influencer, kata Papang, bisa mengikuti elearning di ACLC, sekaligus mendaftar untuk menjadi Penyuluh Antikorupsi (Paksi) yang tersertifikasi LSP KPK. "Poinnya adalah mengedukasi bangsa Indonesia. Melalui kawan-kawan sebagai influencer, mari kita bumi langitkan antikorupsi," tutur Papang.

Tidak melulu harus dengan cara serius, edukasi antikorupsi bisa dilakukan dengan berbagai metode sesuai dengan kreativitas dan spesialisasi para influencer. Selain itu, edukasi antikorupsi bukan hanya soal tidak menilap uang negara, tapi juga menyebarkan nilai-nilai integritas kepada masyarakat.

Devayanti Pardi, Digital Community Specialist KPK, yang juga menjadi pembicara mengatakan ada sembilan nilai integritas yang bisa dijadikan acuan dalam membuat konten antikorupsi. Nilai-nilai tersebut adalah Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil dan Kerja Keras, atau yang disingkat "Jumat Bersepeda KK".

"Dengan hal-hal sesimpel itu, kami ingin kawan-kawan mengedukasi dengan cara masing-masing. Apapun konten kalian nanti, tetap jadilah diri sendiri, asalkan tidak keluar dari konteks," ujar Devayanti.

Pertemuan interaktif dengan para influencer pada 24 September 2022 itu adalah bagian dari rangkaian Roadshow Bus KPK yang tengah singgah di Bandar Lampung. Para influencer yang dihadirkan memiliki berbagai latar belakang, seperti konten kreator, komedian, youtuber, hingga model.

Bayu Wahid Akbar Spesialis Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, menjelaskan soal sejarah dan tujuan dari Roadshow Bus KPK. Dia mengatakan, Bus KPK membawa misi pendidikan antikorupsi dan untuk mendekatkan KPK kepada masyarakat.

"KPK menggunakan bus untuk semakin dekat dengan masyarakat. Di dalamnya ada berbagai materi antikorupsi dan permainan-permainan seru yang memiliki nilai-nilai pembelajaran," ujar Bayu.

Pada pertemuan itu, dua orang influencer juga menjadi pembicara untuk berbagi tips membuat konten yang bermanfaat. Keduanya adalah Fabi Hasbi Assidiq (@ibaf_fabi) dan Ingrid Yulika Oktarini (@ingridyulikaa).

Para influencer juga mendapatkan kesempatan memasuki Bus KPK dan menikmati fitur-fitur di dalamnya, seperti aplikasi antikorupsi, buku, musik, games interaktif, atau elearning. Fabi mengaku terinspirasi untuk membuat konten dari Roadshow Bus KPK yang disambanginya.

“Ternyata KPK juga bisa lho memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi secara interaktif dan dikemas dengan gaya milenial. Melalui acara ini, ke depannya saya punya ide untuk membuat konten penyuluhan antikorupsi, namun dalam bentuk komedi, pastinya bakal seru dan mudah dipahami semua orang,” kata Fabi.